Metodologi Perhitungan

Dasar perhitungan yang dipakai kalkulator kami untuk menentukan kebutuhan silica gel, molecular sieve, clay, kalsium klorida, oxygen absorber, dan ethylene absorber — beserta asumsi dan batasannya, agar hasilnya bisa Anda periksa sendiri.

Versi
1.0
Revisi
Agustus 2026
Disusun oleh
Tim teknis PT Dickson Synergy
01

Prinsip dasar

Menentukan kebutuhan desiccant pada dasarnya adalah menjawab satu pertanyaan: berapa gram air yang akan masuk atau muncul di dalam kemasan selama masa simpan, dan berapa banyak bahan yang diperlukan untuk menyerapnya sebelum kelembapan melewati batas aman.

Desiccant (g) = Total air (g) ÷ Kapasitas kerja (g/g) × Faktor keamanan Total air dijumlahkan dari tiga sumber yang dibahas di bagian 02. Kapasitas kerja adalah daya serap bahan pada kelembapan target, bukan pada kondisi jenuh.

Kapasitas kerja, bukan kapasitas maksimum

Inilah titik yang paling sering keliru di lapangan. Spesifikasi silica gel umumnya mencantumkan daya serap maksimum sekitar 35% dari beratnya sendiri. Angka itu hanya tercapai pada kelembapan tinggi, sekitar 80% RH.

Namun tujuan memakai desiccant justru menahan kelembapan agar tetap rendah. Bila target di dalam kemasan adalah 40% RH, silica gel akan berhenti menyerap secara efektif begitu udara di sekitarnya mendekati 40% RH. Kapasitas yang boleh diperhitungkan pada kondisi itu hanya sekitar 23%, bukan 35%.

Memakai angka maksimum membuat perhitungan meleset hampir sepertiga. Akibatnya desiccant jenuh di tengah periode penyimpanan, dan produk tetap rusak meski di dalam kemasan terlihat ada sachet.

Konsekuensi praktis Menetapkan target kelembapan lebih ketat tidak selalu lebih baik. Target 20% RH memberi kapasitas kerja silica gel hanya sekitar 12%, sehingga kebutuhannya melonjak hampir dua kali lipat dibanding target 40% RH. Bila produk Anda sebenarnya aman pada 45–50% RH, menurunkan target ke 30% hanya menambah biaya tanpa manfaat.
02

Tiga sumber beban kelembapan

Air di dalam kemasan tersegel berasal dari tiga tempat. Ketiganya dihitung terpisah karena besarnya sangat berbeda tergantung kondisi, dan mengetahui mana yang dominan menentukan tindakan perbaikan yang paling murah.

Udara yang terperangkap saat penyegelan

Saat kemasan ditutup, udara ruangan ikut terkurung. Jumlah airnya dihitung dari volume udara bebas dikali selisih kandungan uap air antara kondisi ruangan dan kondisi target.

W₁ = Vudara × ρjenuh(T) × (RHruang − RHtarget) ÷ 100 V dalam m³, ρ dalam g/m³. Kerapatan uap air jenuh dihitung dari polinomial suhu yang berlaku pada rentang 0–45 °C.

Pada kemasan kecil, sumbangan ini biasanya paling kecil — sering hanya beberapa gram. Ia baru menjadi penting pada ruang besar seperti kontainer.

Rembesan melalui film

Tidak ada plastik yang benar-benar kedap. Uap air terus menembus dinding kemasan sepanjang masa simpan, dengan laju yang dinyatakan sebagai MVTR — jumlah gram uap air yang melewati satu meter persegi film dalam sehari.

W₂ = MVTR × fsuhu × (ΔRH ÷ 90) × A × t A adalah luas permukaan kemasan dalam m², t jumlah hari. Faktor koreksi suhu dan penskalaan terhadap selisih kelembapan dijelaskan di bagian 05.

Pada penyimpanan panjang, komponen ini hampir selalu mendominasi. Karena ia berbanding lurus dengan waktu, memperpanjang masa simpan dari 6 bulan ke 12 bulan menggandakan kebutuhan desiccant — sementara mengganti kelas film bisa memangkasnya sepuluh kali lipat.

Air dari bahan higroskopis di dalam

Karton, kayu, tekstil, dan kulit menyimpan air dalam struktur seratnya. Saat udara di sekitarnya dikeringkan, bahan-bahan ini melepaskan sebagian airnya kembali. Perhitungannya dijelaskan di bagian 06.

Mengapa dipisah Kalkulator menampilkan porsi ketiganya dalam bentuk batang. Bila rembesan film mendominasi, menaikkan kelas barrier lebih murah daripada menambah desiccant. Bila bahan higroskopis yang dominan, mengeringkan karton sebelum pengemasan langsung memangkas kebutuhan. Tanpa pemisahan ini, satu-satunya jawaban yang tersedia hanyalah menambah sachet — yang sering bukan solusi termurah.
03

Kurva serapan tiap desiccant

Setiap bahan penyerap punya hubungan khas antara kelembapan lingkungan dan jumlah air yang bisa ditahannya. Hubungan ini disebut isoterm serapan, dan bentuknya menentukan bahan mana yang tepat untuk kondisi apa.

Kapasitas serapan sebagai persen berat bahan, pada 25 °C. Nilai tipikal industri.
Kelembapan Silica gel Molecular sieve Clay CaCl₂
10% RH7%18,5%3,5%0%
20% RH12%20%6%0%
30% RH18%21%9%0%
40% RH23%21,5%12%5%
50% RH28%22%15%20%
60% RH31%22,5%18%60%
70% RH33%23%21%120%
80% RH35%23,5%24%180%
90% RH36,5%24%27%250%

Membaca perbedaannya

Silica gel naik bertahap sepanjang rentang. Ia tidak paling kuat di titik mana pun, tetapi paling serbaguna, dan menjadi pilihan paling ekonomis untuk target 30–50% RH.

Molecular sieve melonjak tajam lalu mendatar di sekitar 22%. Karakter ini membuatnya jauh unggul di bawah 20% RH, tempat silica gel hanya mampu 12%. Di atas 45% RH ia justru kalah, sementara harganya lebih tinggi.

Clay atau bentonit mengikuti pola serupa silica gel dengan kapasitas sekitar setengahnya. Nilainya terletak pada harga, bukan performa.

Kalsium klorida hampir tidak bekerja di bawah 50% RH, lalu naik sangat curam. Pada 80% RH ia menyerap 180% dari beratnya sendiri — lima kali lipat silica gel. Bahan ini bersifat deliquescent: ia mencair menjadi larutan saat menyerap, sehingga membutuhkan kantong anti bocor dan tidak cocok untuk kemasan kecil.

Titik potong yang perlu diingat Molecular sieve menang di bawah 20% RH. Silica gel menang antara 30% dan 50% RH. Kalsium klorida menang di atas 60% RH. Di luar rentangnya masing-masing, memilih bahan yang salah berarti membayar lebih untuk hasil yang lebih buruk.
04

Koreksi suhu

Serapan uap air pada permukaan padat adalah proses eksotermik. Konsekuensinya, kapasitas serapan menurun saat suhu naik — dan penurunan ini cukup besar untuk mengubah hasil perhitungan secara berarti di iklim tropis.

Kapasitas(RH, T) = Kapasitas(RH, 25 °C) × fsuhu
fsuhu = 1 − k × (T − 25) Dibatasi pada rentang 0,55 hingga 1,12. Nilai k berbeda untuk tiap bahan.
Koefisien penurunan kapasitas per derajat Celsius di atas 25 °C, dan kapasitas tersisa pada beberapa suhu.
Bahank30 °C35 °C40 °C
Molecular sieve0,00697%94%91%
Kalsium klorida0,01095%90%85%
Silica gel0,01493%86%79%
Clay / bentonit0,01692%84%76%

Perbedaan ini penting untuk kondisi Indonesia. Gudang tanpa pendingin di dataran rendah rutin mencapai 33–36 °C, dan kontainer yang terjemur di dek kapal atau di lapangan penumpukan bisa menembus 50 °C.

Pada 40 °C, silica gel kehilangan sekitar seperlima kapasitasnya sementara molecular sieve hanya kehilangan sepersepuluh. Karena itu kalkulator akan menyarankan molecular sieve pada suhu tinggi meskipun di suhu normal silica gel lebih ekonomis — bukan karena satu bahan lebih baik secara mutlak, melainkan karena keunggulannya berpindah mengikuti kondisi.

Mengapa ini sering terlewat Sebagian besar tabel dan panduan yang beredar mencantumkan kapasitas pada 25 °C tanpa menyebut koreksi suhu. Perhitungan yang mengabaikannya akan menghasilkan angka yang terlalu kecil untuk penyimpanan panas — yaitu justru skenario paling umum di Indonesia.
05

Koreksi permeasi film

Nilai MVTR yang dicantumkan produsen film diukur pada kondisi baku 38 °C dan 90% RH. Kondisi penyimpanan nyata hampir selalu berbeda, sehingga nilai uji tidak dapat dipakai langsung.

Dua koreksi yang diterapkan

Pertama, permeabilitas polimer terhadap uap air mengikuti hubungan tipe Arrhenius: laju permeasi menurun saat suhu turun. Model ini memakai kaidah laju berlipat dua tiap kenaikan sekitar 10 °C.

fsuhu = 1,9(T − 38) ÷ 10 Dibatasi pada rentang 0,25 hingga 2,2 untuk menghindari ekstrapolasi berlebihan di luar suhu wajar.

Kedua, gaya dorong permeasi berbanding lurus dengan selisih kelembapan antara luar dan dalam kemasan, sehingga nilai uji diskalakan terhadap selisih tersebut relatif kondisi baku.

Nilai MVTR tipikal beberapa jenis kemasan, dalam gram per meter persegi per hari pada 38 °C dan 90% RH.
Jenis barrierMVTRKelas
Aluminium foil laminate (PET/AL/PE)0,02Sangat rapat
Metallized PET (MET-PET/PE)0,3Rapat
PE 100 µm1,8Sedang
PP 40 µm3,0Sedang
PE 50 µm3,5Longgar
Nylon/PE laminate4Longgar
PET 12 µm/PE8Longgar
Karton dengan inner PE15Bocor
Karton polos60Sangat bocor

Rentang antara aluminium foil laminate dan karton polos mencapai tiga ribu kali lipat. Tidak ada variabel lain dalam perhitungan ini yang punya rentang sebesar itu, dan karena itu pemilihan barrier hampir selalu menjadi keputusan paling berpengaruh terhadap biaya total.

MVTR bukan OTR Ketahanan terhadap uap air dan terhadap oksigen adalah dua sifat berbeda. Film PE cukup baik menahan uap air tetapi sangat lolos terhadap oksigen. Nylon sebaliknya. Bila Anda memakai oxygen absorber, yang harus diperiksa adalah OTR, bukan MVTR — lihat bagian 08.
06

Air dari bahan higroskopis

Karton, kayu, dan tekstil menyimpan air dalam jumlah yang sering mengejutkan. Kadar airnya menyesuaikan diri dengan kelembapan sekitar, dan nilai kesetimbangan ini disebut kadar air setimbang atau EMC.

Saat desiccant mengeringkan udara di dalam kemasan, bahan-bahan tersebut melepaskan sebagian airnya kembali ke udara. Air itu harus ikut diserap desiccant, sehingga menjadi bagian dari beban perhitungan.

W₃ = m × [EMC(RHawal) − EMC(RHtarget)] ÷ 100 × 1000 × η m dalam kg, hasil dalam gram. η adalah faktor pelepasan, ditetapkan 0,5 karena bahan jarang mencapai kesetimbangan penuh dalam periode penyimpanan.
Kadar air setimbang sebagai persen berat kering, pada 25 °C. Nilai tipikal.
KelembapanKartonKayuTekstilKulit
30% RH6,0%6,0%5,5%10,0%
50% RH8,2%9,2%7,5%14,0%
70% RH11,0%13,5%10,0%20,0%
90% RH17,0%21,0%15,5%32,0%

Contoh besarannya

Sebuah karton seberat 1,2 kg yang disimpan pada 80% RH lalu dikemas dengan target 40% RH akan melepaskan sekitar 36 gram air. Jumlah itu setara dengan kebutuhan sekitar 160 gram silica gel — hanya untuk mengeringkan kartonnya, belum menghitung produk maupun rembesan film.

Karena itu perhitungan ini tidak memakai angka tetap. Semakin ketat target kelembapan, semakin banyak air yang keluar dari bahan pengemas, dan hubungan tersebut tidak linear.

Perbaikan yang sering terlewat Mengondisikan karton di ruang kering sebelum pengemasan, atau menyimpannya tidak di lantai gudang lembap, dapat memangkas komponen beban ini secara berarti tanpa menambah biaya bahan sama sekali.
07

Ruang tertutup dan kontainer

Untuk kontainer, panel listrik, dry cabinet, dan gudang kecil, mekanisme masuknya air berbeda. Uap air tidak menembus dinding, melainkan masuk bersama udara yang bertukar lewat celah, seal, dan bukaan pintu.

W = Vbebas × N × t × ρjenuh(T) × ΔRH ÷ 100 N adalah jumlah pergantian udara per hari, t jumlah hari. Beban udara awal dihitung terpisah sebagai satu kali pergantian.
Asumsi laju pergantian udara yang dipakai model.
Tingkat kerapatanPergantian per hari
Sangat rapat — seal karet, jarang dibuka0,1
Rapat — kontainer atau panel normal0,3
Sedang — ada celah, sesekali dibuka0,8
Bocor — sering dibuka atau berventilasi2,0

Untuk muatan higroskopis seperti kopi, kakao, kayu, dan tekstil, air yang dilepas muatan dihitung dengan metode kadar air setimbang yang sama seperti bagian 06. Pada kontainer berisi komoditas ini, muatan sering menjadi sumber terbesar — jauh melebihi udara yang masuk. Inilah penyebab umum container rain, yaitu pengembunan di langit-langit kontainer yang menetes kembali ke muatan.

Asumsi paling lemah dalam model ini Laju pergantian udara kontainer nyata bervariasi sangat lebar, bergantung pada usia kontainer, kondisi seal pintu, cuaca, dan perbedaan suhu antara siang dan malam selama pelayaran. Nilai di atas adalah perkiraan kasar untuk perencanaan. Untuk pengiriman bernilai tinggi, sebaiknya dilakukan pengukuran nyata memakai perekam data suhu dan kelembapan pada satu pengiriman sebelum menetapkan takaran tetap.
08

Perhitungan oksigen

Oxygen absorber diukur dalam sentimeter kubik oksigen yang dapat diserap, bukan dalam gram. Yang dihitung bukan berat produk, melainkan jumlah udara yang ikut terkurung dalam kemasan.

Udara mengandung 20,9% oksigen, sehingga setiap liter udara membawa sekitar 209 cc oksigen.

O₂ = (Vheadspace + Vrongga) × 0,209 + OTR × A × t − sisa yang diizinkan Seluruh volume dalam cc. OTR dalam cc per meter persegi per hari per atmosfer.

Rongga produk, bagian yang paling sering terlewat

Produk berbentuk butiran, bubuk, atau serpihan menyimpan udara di antara partikelnya. Volume ini sering lebih besar daripada headspace yang terlihat di atas produk.

Fraksi rongga tipikal menurut bentuk produk.
Bentuk produkFraksi rongga
Padat masif0
Padat rapat — sosis, keju, roti padat0,15
Butiran — beras, kacang, biji kopi0,40
Bubuk / tepung0,45
Rempah kering / herbal0,55
Keripik / snack ringan0,60

Sekantong beras yang terlihat penuh masih menyimpan sekitar 40% udara di sela butirannya. Mengabaikan bagian ini membuat perhitungan meleset jauh, dan absorber yang dipasang akan jenuh lebih cepat dari perkiraan.

Barrier menentukan segalanya

Nilai OTR film berbeda jauh dari MVTR. Aluminium foil laminate memiliki OTR sekitar 0,02, sementara PE 100 µm mencapai 2.500 — perbedaan lebih dari seratus ribu kali. Oxygen absorber di dalam kantong PE biasa akan habis percuma karena oksigen masuk lebih cepat daripada yang dapat diserap.

Interaksi dengan desiccant

Oxygen absorber berbasis besi memerlukan sedikit uap air agar reaksi oksidasinya berjalan. Silica gel di kemasan yang sama dapat mengeringkan udara sampai di bawah ambang aktivasi tersebut, sehingga penyerapan oksigen berhenti sama sekali. Bila keduanya memang diperlukan, gunakan tipe self-reacting yang membawa airnya sendiri.

Batas keamanan pangan yang tidak boleh dilanggar Oxygen absorber hanya aman dipakai sendirian pada produk kering dengan aktivitas air di bawah 0,85, atau produk asam dengan pH di bawah 4,6. Pada produk basah, menghilangkan oksigen menciptakan kondisi anaerob yang mendukung pertumbuhan Clostridium botulinum, penghasil racun botulinum yang dapat menyebabkan kelumpuhan dan kematian. Produk yang terkontaminasi umumnya tetap terlihat, berbau, dan berasa normal. Produk basah hanya boleh dikemas dengan oksigen rendah bila disertai rantai dingin penuh di bawah 4 °C, pengasaman, penurunan aktivitas air, perlakuan retort tervalidasi, atau sistem HACCP terdokumentasi, di bawah pengawasan ahli keamanan pangan dan sesuai ketentuan BPOM.
09

Perhitungan etilen

Berbeda dari tiga perhitungan sebelumnya yang berbasis neraca massa, perhitungan etilen bertumpu pada panduan lapangan yang disesuaikan terhadap kondisi. Alasannya jujur: laju produksi etilen buah nyata bervariasi sangat lebar antar varietas, tingkat kematangan, dan penanganan pascapanen, sehingga model stoikiometri murni akan memberi kesan ketelitian yang tidak dimiliki datanya.

Jangkauan = Jangkauan dasar ÷ (Fkomoditas × Fsuhu × Fdurasi × Fwadah × FKMnO₄) Seluruh pengali dihitung relatif terhadap kondisi acuan panduan, sehingga tidak terjadi hitung ganda.

Titik awal

Panduan lapangan yang dipakai: sachet 5 gram menjangkau 4–6 kilogram, sachet 10 gram menjangkau 6–9 kilogram. Nilai tengahnya dipakai sebagai jangkauan dasar, dan kondisi acuannya dapat disesuaikan pengguna.

Pengali komoditas

Digunakan kelas produksi etilen, bukan angka mutlak, karena presisi angka tunggal tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Kelas produksi etilen dan pengalinya.
KelasContoh komoditasPengali
Sangat rendahJeruk, anggur, nanas, sayuran daun0,4
RendahSemangka, timun, rambutan, salak0,7
SedangPisang, mangga, tomat, melon1,0
TinggiApel, pir, pepaya, kiwi, durian2,0
Sangat tinggiAlpukat, markisa, sirsak3,0

Pengali suhu

Produksi etilen kira-kira berlipat dua setiap kenaikan 10 °C, sehingga pengalinya mengikuti hubungan eksponensial terhadap suhu acuan. Konsekuensi praktisnya penting: menurunkan suhu penyimpanan dari 25 ke 15 °C memotong beban etilen sekitar setengah — dampak yang lebih besar daripada menggandakan jumlah sachet.

Dua sifat yang harus dibedakan

Setiap komoditas memiliki dua karakter berbeda yang sering dianggap sama. Yang pertama adalah seberapa banyak etilen yang dihasilkannya; yang kedua adalah seberapa mudah ia rusak oleh etilen.

Apel dan alpukat adalah penghasil besar. Brokoli, selada, wortel, dan bunga potong menghasilkan sangat sedikit tetapi rusak parah bila terpapar. Pada komoditas kelompok kedua, sachet berfungsi sebagai perisai dari komoditas lain, bukan menyerap etilen yang dihasilkannya sendiri — dan pemisahan penyimpanan sering menyelesaikan sebagian besar masalah tanpa biaya bahan sama sekali.

Sifat model ini Bagian ini adalah model penyesuaian praktis terhadap panduan lapangan, bukan perhitungan stoikiometri kalium permanganat. Untuk penerapan bernilai tinggi, sebaiknya divalidasi melalui uji simpan pada komoditas dan rantai distribusi Anda sendiri.
10

Faktor keamanan

Hasil perhitungan dikalikan faktor keamanan untuk menutup variasi yang tidak masuk model: mutu seal yang tidak seragam, waktu paparan saat pengemasan, variasi bahan antar batch, serta kondisi transportasi yang tidak terduga.

Nilai bawaan faktor keamanan menurut jenis perhitungan.
JenisBawaanAlasan
Desiccant1,3Variasi seal dan bahan
Oxygen absorber1,5Sachet mulai aktif sejak kemasan induk dibuka
Ethylene absorber1,2Panduan dasar sudah konservatif

Nilai ini dapat disesuaikan. Untuk pengiriman pertama ke rute baru, atau untuk produk bernilai tinggi, menaikkannya ke 1,5–2,0 adalah langkah yang wajar. Setelah ada data dari beberapa pengiriman, faktor tersebut dapat diturunkan secara bertahap.

11

Batasan model

Berikut hal-hal yang tidak dicakup model ini. Bagian ini sengaja dicantumkan agar hasil perhitungan dapat dinilai secara wajar.

  • Nilai bawaan adalah angka tipikal industri. Kurva serapan, MVTR, OTR, kadar air setimbang, dan kelas produksi etilen diambil dari literatur umum, bukan hasil uji atas produk atau kemasan tertentu.
  • Mutu seal dianggap sempurna. Kebocoran pada segel, lipatan, atau sambungan tidak dimodelkan, padahal dalam praktik ini penyebab kegagalan yang umum.
  • Suhu dianggap tetap. Siklus suhu harian selama pelayaran, yang memicu pengembunan berulang, tidak dihitung.
  • Laju pergantian udara kontainer adalah perkiraan kasar. Nilai nyata bervariasi lebar dan sebaiknya diukur.
  • Kurva kalsium klorida adalah proksi. Bahan deliquescent tidak mengikuti isoterm kesetimbangan sederhana; nilainya cukup untuk menunjukkan arah keputusan, tidak untuk penawaran.
  • Kelembapan awal produk tidak dihitung. Bila produk itu sendiri masih basah, bebannya bisa jauh melebihi seluruh komponen lain digabung.
  • Regenerasi berulang tidak dimodelkan. Kapasitas desiccant menurun bertahap setelah beberapa siklus pengeringan.
  • Perhitungan ini bukan DIN 55474. Standar tersebut memakai pendekatan berbasis satuan desiccant. Bila pelanggan Anda mensyaratkan format DIN, hasil di sini tidak akan sebangun dan perlu dikerjakan terpisah.
Status hasil perhitungan Seluruh keluaran adalah estimasi rekayasa untuk perencanaan awal. Hasilnya bukan spesifikasi teknis, bukan penawaran, dan bukan jaminan mutu; tidak menggantikan uji validasi kemasan; dan tidak dapat dijadikan dasar klaim atas kerusakan produk. Untuk spesifikasi resmi, hubungi tim teknis kami.
12

Rujukan standar

Standar berikut mengatur pengujian dan praktik yang menjadi latar perhitungan ini. Disebutkan agar pembaca dapat menelusuri sendiri, bukan sebagai klaim kesesuaian.

Standar terkait pengujian bahan penyerap dan kemasan.
StandarCakupan
DIN 55474Penentuan kebutuhan desiccant berbasis satuan desiccant
DIN 55473Definisi dan syarat satuan desiccant
MIL-D-3464Spesifikasi desiccant untuk kemasan dan penyimpanan
ASTM F1249Pengujian laju transmisi uap air melalui film
ASTM D3985Pengujian laju transmisi oksigen melalui film
ASTM E104Pengondisian kelembapan relatif memakai larutan garam jenuh
ISO 2528Penentuan laju transmisi uap air metode gravimetri

Untuk aspek keamanan pangan pada pengemasan dengan oksigen rendah, rujukan yang relevan mencakup pedoman pengendalian Clostridium botulinum dari otoritas keamanan pangan serta ketentuan BPOM yang berlaku di Indonesia.

Metodologi di halaman ini diterapkan langsung pada kalkulator kami. Masukkan kondisi kemasan Anda sendiri untuk melihat hasilnya.

Buka kalkulator Tanya tim teknis
PT Dickson Synergy Model perhitungan disusun oleh tim teknis PT Dickson Synergy.
Versi
1.0
Revisi
Agustus 2026
Kontak teknis
+62 813-1000-8280

© 2026 PT Dickson Synergy. All rights reserved. Seluruh isi halaman ini — termasuk model perhitungan, faktor koreksi, tabel nilai, susunan penyajian, dan teks penjelasan — dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin, menggandakan, memodifikasi, atau mendistribusikan ulang sebagian maupun seluruhnya tanpa izin tertulis dari PT Dickson Synergy.