Hitung kebutuhan silica gel, molecular sieve, clay desiccant, kalsium klorida, oxygen absorber, dan ethylene absorber berdasarkan ukuran kemasan, jenis barrier film, suhu, kelembapan, dan durasi penyimpanan Anda sendiri — bukan tebakan atau angka umum.
Ukuran dalam kemasan tersegel. Volume menentukan uap air awal, luas permukaan menentukan laju rembesan.
Nilai MVTR diuji pada 38 °C. Alat ini mengoreksinya ke suhu penyimpanan Anda — permeabilitas film turun saat suhu turun.
Suhu memengaruhi dua hal sekaligus: beban uap air yang masuk, dan kapasitas serapan desiccant itu sendiri. Keduanya sudah dihitung.
Air yang dilepas dihitung dari selisih kadar air setimbang bahan pada RH lingkungan dan RH target — bukan angka tetap. Semakin ketat targetnya, semakin banyak air yang keluar dari karton.
Untuk kontainer, panel listrik, dry cabinet, brankas arsip, atau gudang kecil tersegel.
Udara lembap masuk lewat celah, seal, dan bukaan. Ini penentu utama kebutuhan desiccant pada ruang tertutup, sekaligus asumsi paling kasar dalam model ini.
Kayu, kopi, kakao, dan tekstil melepas air dalam jumlah besar. Ini sering jadi penyebab container rain.
Pilih ini lebih dulu. Oxygen absorber tidak aman untuk semua jenis produk pangan, dan pilihan di sini menentukan apakah perhitungan boleh dilanjutkan.
Yang dihitung bukan berat produk, melainkan seberapa banyak udara ikut terkurung.
Ini yang paling sering terlewat. Beras dan kopi bubuk menyimpan udara di sela butirannya — kadang lebih banyak daripada headspace.
OTR berbeda jauh dari MVTR — film yang tahan uap air belum tentu tahan oksigen.
Tiap komoditas punya dua sifat berbeda: seberapa banyak etilen yang dihasilkannya, dan seberapa mudah ia rusak olehnya.
Produksi etilen kira-kira berlipat dua tiap kenaikan 10 °C. Pendinginan adalah cara termurah menurunkan beban etilen.
Daya jangkau dasar mengikuti panduan lapangan Dickson. Kadar kalium permanganat menentukan kapasitas sesungguhnya — sachet 8% berkapasitas dua kali lipat sachet 4%.
Jangkauan dasar di atas berlaku pada kondisi apa? Sesuaikan agar tidak terjadi hitung ganda. Bila panduan Anda sudah mengacu pada cold room, ubah baris ini — bukan menurunkan jangkauan dasarnya.
Bawaan alat ini mengasumsikan komoditas berproduksi etilen sedang, kadar KMnO₄ 5%.
Kapasitas sudah dikoreksi ke suhu penyimpanan Anda. Isi harga per kilogram untuk melihat perbandingan biaya nyata.
| Desiccant | Kapasitas kerja | Kebutuhan | Harga / kg | Biaya |
|---|
Silica gel white tipe A menyerap air sebesar persentase dari beratnya sendiri, dan angkanya bergantung pada kelembapan lingkungan. Pada 25 °C: sekitar 7% pada 10% RH, 12% pada 20% RH, 18% pada 30% RH, 23% pada 40% RH, 28% pada 50% RH, 31% pada 60% RH, dan mencapai sekitar 35% pada 80% RH. Yang dipakai untuk perhitungan bukan angka maksimum, melainkan kapasitas kerja pada RH target — memakai angka maksimum adalah kesalahan hitung paling umum di lapangan.
Kebutuhan dihitung dari total uap air yang harus diserap selama periode proteksi, dibagi kapasitas kerja silica gel pada RH target, lalu dikali faktor keamanan. Total uap air berasal dari tiga sumber: udara yang terperangkap saat kemasan disegel, uap air yang merembes lewat film selama penyimpanan, dan air yang dilepas bahan higroskopis di dalam seperti karton atau kayu. Pada penyimpanan panjang, rembesan film biasanya menjadi penyumbang terbesar.
Bergantung pada durasi pelayaran, iklim tujuan, kerapatan kontainer, dan jenis muatan. Untuk pelayaran 30 hari dengan muatan tidak higroskopis, kebutuhan silica gel sering keluar di kisaran belasan kilogram. Pada beban sebesar ini, desiccant kalsium klorida umumnya lebih ekonomis karena daya serapnya jauh lebih tinggi per kilogram. Kalkulator di halaman ini menghitung keduanya berdampingan sehingga perbandingannya terlihat langsung.
Molecular sieve atau zeolit 4A unggul di dua kondisi: kelembapan target sangat rendah di bawah 20% RH, dan suhu penyimpanan tinggi. Kapasitasnya mentok di sekitar 22% berat, tetapi ia menyerap kuat sejak RH sangat rendah dan jauh lebih tahan panas — kehilangan sekitar 0,6% kapasitas per derajat, dibanding silica gel yang kehilangan sekitar 1,4% per derajat. Di atas 45% RH pada suhu normal, silica gel lebih ekonomis karena kapasitasnya lebih besar dan harganya lebih rendah.
Oxygen absorber diukur dalam cc oksigen yang bisa diserap. Perhitungannya menjumlahkan oksigen di headspace, oksigen yang terjebak di rongga antar butiran produk, dan oksigen yang menembus film selama umur simpan. Udara mengandung 20,9% oksigen, jadi tiap liter udara membawa sekitar 209 cc oksigen. Rongga produk sering terlewat padahal jumlahnya besar — sekantong beras yang terlihat penuh masih menyimpan sekitar 40% udara di sela butirannya.
Tidak. Oxygen absorber hanya aman dipakai sendirian pada produk kering dengan aktivitas air di bawah 0,85 atau produk asam dengan pH di bawah 4,6. Pada produk basah, menghilangkan oksigen menciptakan kondisi anaerob yang mendukung pertumbuhan Clostridium botulinum, penghasil racun botulinum yang berbahaya dan tidak mengubah rupa, bau, maupun rasa produk. Produk basah hanya boleh dikemas dengan oksigen rendah bila disertai rantai dingin penuh, pengasaman, penurunan aktivitas air, retort tervalidasi, atau sistem HACCP terdokumentasi.
Panduan lapangan umum menyebut sachet 5 gram menjangkau 4–6 kilogram dan sachet 10 gram menjangkau 6–9 kilogram. Angka ini berlaku untuk komoditas berproduksi etilen sedang pada kondisi penyimpanan normal, dan perlu disesuaikan terhadap jenis komoditas, suhu, durasi, bentuk wadah, serta kadar kalium permanganat dalam sachet. Buah penghasil etilen tinggi seperti apel dan alpukat membutuhkan jauh lebih banyak daripada jeruk atau anggur.
Boleh, tetapi dengan catatan penting. Oxygen absorber berbasis besi membutuhkan sedikit uap air untuk bereaksi. Silica gel di kemasan yang sama dapat mengeringkan udara sampai di bawah ambang aktivasi tersebut, sehingga penyerapan oksigen berhenti sama sekali. Bila keduanya memang diperlukan, gunakan oxygen absorber tipe self-reacting yang membawa airnya sendiri.
Desiccant (g) = Total air (g) ÷ Kapasitas kerja (g/g) × Faktor keamanan
Total air dijumlahkan dari uap air yang terperangkap saat penyegelan, rembesan lewat film, dan air yang dilepas bahan higroskopis di dalam.
Koreksi suhu. Kapasitas serapan turun saat suhu naik. Silica gel kehilangan sekitar 1,4% kapasitas tiap kenaikan 1 °C di atas 25 °C; molecular sieve jauh lebih tahan panas dengan penurunan sekitar 0,6% per derajat. Inilah sebabnya zeolit sering menang di gudang panas meski kalah di suhu normal.
Koreksi film. Nilai MVTR diuji pada 38 °C. Permeabilitas polimer turun saat suhu turun, jadi nilai uji dikoreksi dengan kaidah laju permeasi berlipat dua tiap kenaikan sekitar 10 °C, lalu diskalakan lagi terhadap selisih kandungan uap air.
Bahan higroskopis. Air yang dilepas dihitung dari selisih kadar air setimbang bahan pada RH lingkungan dan RH target, dikali faktor pelepasan 0,5 karena bahan jarang setimbang penuh dalam periode penyimpanan.
Yome (cc) = O₂ total (cc) × Faktor keamanan
Oksigen dihitung dari headspace, rongga antar butiran produk, dan rembesan lewat film. Udara mengandung 20,9% oksigen, jadi tiap liter udara membawa sekitar 209 cc oksigen.
Rongga produk sering lebih besar daripada headspace. Sekantong beras yang terlihat penuh masih menyimpan sekitar 40% udara di sela butirannya.
Jangkauan = Jangkauan dasar ÷ (F.komoditas × F.suhu × F.durasi × F.wadah × F.KMnO₄)
Titik awalnya panduan lapangan Dickson: sachet 5 g menjangkau 4–6 kg, sachet 10 g menjangkau 6–9 kg. Semua pengali dihitung relatif terhadap kondisi acuan yang Anda tetapkan di langkah 04, sehingga tidak terjadi hitung ganda bila panduan Anda sudah mengacu pada kondisi tertentu.
Faktor suhu memakai kaidah produksi etilen berlipat dua tiap kenaikan 10 °C. Faktor komoditas memakai kelas produksi, bukan angka mutlak, karena laju etilen buah nyata bervariasi lebar antar varietas dan tingkat kematangan. Faktor KMnO₄ berbanding lurus dengan kadar bahan aktif.
Ini model penyesuaian praktis terhadap panduan lapangan, bukan perhitungan stoikiometri. Untuk penawaran resmi, validasi dengan uji simpan pada komoditas Anda sendiri.
Ketentuan penggunaan
Alat ini adalah kalkulator estimasi untuk perencanaan awal. Nilai MVTR, OTR, kurva serapan, kelas produksi etilen, dan laju pergantian udara yang tertanam di dalamnya adalah angka tipikal industri dari literatur umum, bukan hasil uji atas produk atau kemasan tertentu. Hasil perhitungan dapat berbeda dari kondisi nyata karena variasi bahan, proses pengemasan, mutu seal, penanganan, rantai dingin, dan kondisi transportasi.
Hasil alat ini bukan spesifikasi teknis, bukan penawaran, dan bukan jaminan mutu. Hasil ini tidak menggantikan uji validasi kemasan, tidak menggantikan konsultasi dengan tim teknis, dan tidak dapat dijadikan dasar klaim atau tuntutan atas kerusakan produk. Keputusan akhir atas jenis dan jumlah bahan yang digunakan sepenuhnya berada pada pengguna.
Untuk penerapan pada produk pangan, farmasi, atau produk yang diatur regulasi, pengguna wajib mengikuti persyaratan keamanan pangan dan perizinan yang berlaku, termasuk ketentuan BPOM dan standar HACCP di fasilitas masing-masing. Untuk spesifikasi resmi, hubungi tim teknis PT Dickson Synergy.
© 2026 PT Dickson Synergy. All rights reserved. Seluruh isi kalkulator ini — termasuk model perhitungan, faktor koreksi, susunan antarmuka, dan teks penjelasan — dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin, menggandakan, memodifikasi, atau mendistribusikan ulang sebagian maupun seluruhnya tanpa izin tertulis dari PT Dickson Synergy.